Deman Berdarah Mewabah Di Wajo, Pemerhati Perempuan Dan Anak Pertanyakan Kinerja Dinas Kesehatan
Cari Berita

Deman Berdarah Mewabah Di Wajo, Pemerhati Perempuan Dan Anak Pertanyakan Kinerja Dinas Kesehatan

muhlis muhlis
Kamis, 31 Januari 2019


PANTAU WAJO-Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kini menjadi momok menakutkan bagi warga di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasalnya RSUD Lamadukelleng sudah mencatat 36 pasien terjangkit DBD seorang diantaranya meninggal dunia.

Pemerhati Perempuan dan Anak Wajo Elviyana Aras, berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo memiliki program kerja dalam pencegahan penyakit DBD bukan bertindak saat banyak kasus DBD, bahkan sampai merenggut nyawa.

"Saya melihat penyakit DBD merupakan, penyakit yang berulang mewabah tanpa ada langkah kongkrik untuk melakukan pencegahan, instansi terkait terlihat hanya bertindak saat ada kasus DBD yang merenggut nyawa," katanya.    

Terpisah dikonfirmasi Direktur RSUD Lamadukelleng, Andi Sari Dwi Kartika mengatakan, hingga saat ini tercatat sedikitnya 40 warga terkena gejala penyakit DBD dan tengah menjalani perawatan medis.

"Hampir setiap hari kami kedatangan pasien yang terkena gejala DBD dan semuanya masih bisa ditangani dengan baik oleh dokter rumah sakit, hasil pemeriksaan laboratorium, dari 40 pasien, 36 diantaranya dinyatakan positif terjangkit penyakit DBD. Beberapa hari yang lalu ada seorang pasien DBD yang kami tangani meninggal dunia," tandasnya.

Sementara salah satu keluarga  pasien DBD yang ada di RSUD Lamaddukelleng Sengkang  , yang dikonfirmasi oleh media ini pada  Kamis, 31 Januari 2019, melihat pelayanan sudah baik, cuma pas masuk kemarin lama kami disimpan dibagian lorong jalan , katanya baru mencari kamar kosong, ternyata setelah didorong banyak ji yang kosong, apa lagi pasien miskin kita,  kami harapkan  pelayanan mungkin masih perlu ditingkatkan , harapnya yang namanya tidak mau dimediakan.

Namun hingga dirilisnya berita ini, awak media belum berhasil mendapatkan tanggapan terkait mewabahnya penyakit DBD dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo.(Lis)