AMIWB Mendesak Ketua DPRD dan Gubernur Sulsel Sikapi Sandera
Cari Berita

AMIWB Mendesak Ketua DPRD dan Gubernur Sulsel Sikapi Sandera

Selasa, 02 Agustus 2016




Kelompok Abu Sayyaf (Int)

WAJOTERKINI.COM ,Pare -- Untuk kedua kalinya militan Abu Sayyaf melakukan penyanderaan Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan Filipina perlu mendapatkan respon tegas dari pemerintah Republik Indonesia.

7 WNI menjadi sandera, kelompok Abu Sayyaf dari Kapal Motor (KM) Charles. Seorang diantaranya diketahui adalah warga Sulawesi Selatan, bernama Mabrur Dahri (26). Korban tercatat sebagai warga Jl Ajattapareng 2, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Pare.

Keluarga korban di Kota Pare-Pare sangat mencemaskan kondisi Mabrur yang hanya bisa diketahuinya dan mengikuti perkembangannya melalui siaran televisi. Melalui pemberitaan siaran tv, militan Abu Sayyaf terus mengancam akan membunuh ketujuh sandera jika keinginnanuya tidak dipenuhi.

Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) mendesak, Ketua DPRD dan Gubernur Sulsel sesegera mungkin memberikan masukan kepada Presiden RI, Joko Widodo, terkait penyanderaan salah seorang warga Sulsel.

"Jika peringatan ini tidak digubris oleh Ketua DPRD dan Gubernur Sulsel, kami akan melakukan tindakan yang kami anggap benar,"tegas Jenderal AMIWB, Herianto Ardi.

Sebelumnya, Salah satu keluarga korban, Hj Santi mengungkapkan, pihak keluarga menaruh harapan besar agar kerabatnya tersebut bisa dibebaskan secepatnya.

"Kami berharap pemerintah bisa secepatnya membantu agar sandera bisa bebas khususnya adik iparnya, Muh Mabrur Dahri,"kata Santi kepada wartawan.WAJO - Untuk kedua kalinya militan Abu Sayyaf melakukan penyanderaan Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan Filipina perlu mendapatkan respon tegas dari pemerintah Republik Indonesia.

7 WNI menjadi sandera, kelompok Abu Sayyaf dari Kapal Motor (KM) Charles. Seorang diantaranya diketahui adalah warga Sulawesi Selatan, bernama Mahbrur. Korban tercatat sebagai warga Jl Ajattapareng 2, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Pare.

Keluarga korban di Kota Pare-Pare sangat mencemaskan kondisi Mahbrur yang hanya bisa diketahuinya dan mengikuti perkembangannya melalui siaran televisi.

Melalui pemberitaan siaran tv, militan Abu Sayyaf terus mengancam akan membunuh ketujuh sandera jika keinginnanuya tidak dipenuhi.

Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) mendesak, Ketua DPRD dan Gubernur Sulsel sesegera mungkin memberikan masukan kepada Presiden RI, Joko Widodo, terkait penyanderaan salah seorang warga Sulsel.

"Jika peringatan ini tidak digubris oleh Ketua DPRD dan Gubernur Sulsel, kami akan melakukan tindakan yang kami anggap benar,"tegas Jenderal AMIWB, Herianto Ardi.

Sebelumnya, Salah satu keluarga korban, Hj Santi mengungkapkan, pihak keluarga menaruh harapan besar agar kerabatnya tersebut bisa dibebaskan secepatnya.

"Kami berharap pemerintah bisa secepatnya membantu agar sandera bisa bebas khususnya adik iparnya, Muh Mabrur Dahri,"kata Santi kepada wartawan.(wt-ken)