Workshop Pengurangan Resiko Bencana Digelar di Wajo
Cari Berita

Workshop Pengurangan Resiko Bencana Digelar di Wajo

Berita Wajo Terkini
Jumat, 29 Juli 2016




Pembukaan secara resmi oleh bupati Wajo diwakili oleh Staf ahli Drs.Herman.AL didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kab.Wajo H. Alamsyah HM,

WAJOTERKINI.COM ---Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menyelenggarakan Workshop Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Kabupaten Wajo Jumat, 28 Juli 2016 di Aula Bappeda Wajo.

Workshop PRB tersebut diikuti oleh 35 peserta yang merupakan perwakilan dari instansi dan lembaga yang terkaiyt dengan penanggulangan bencana di kabupaten Wajo, diantaranya BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DPRD, Ormas, Tokoh Masyarakat, LSM, Perguruan Tinggi, Media, PMI, Tagana dan perwakilan lembaga usaha.

Workshop PRB sebagai upaya untuk meningkatkan pemehaman para pemangku kepentingan (Pemkab, DPRD, masyarakat dan swasta) tentang penanggulangan bencana. Selain itu kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menumbukan kesadaran para pemangku kepentingan dalam melakukan upaya penanggulangan bencana dan pengurangan resiko bencana yang terarah dan terpadu.

Workshop PRB tersebut dibuka oleh Bupati Wajo HA. Burhanuddin Unru yang diwakil oleh Staf Ahli Drs. Herman. Dalam sambutannya Drs. Herman tersebut memberikan apresiasi sekaligus salut kepada NUkarena telah membentuk lembaga kebencanaan yaitu LPBI N.

Ini berarti kata Herman, NU sebagai organisasi keagamaan yang ternyata turut berpikir, bekerja dan berkipra untuk kegiatan kebencanaan. Menurutnya, Wajo merupakan wilayah yang cukup rawan terjadi bencana. "Wajo sangat sering terjadi bencana, terutama banjir akibat luapan Danau tempe. Kami mengucapkan terima kasih kepada LPBI NU yang telah memilih Bumi lamaddukkelleng sebagai salah-satu lokasi pelaksanaan program Slogan-steady.

Sementara Mustasyar PCNU Wajo H. Syahrulyali Razak mengatakan, workshop PRB ini merupakan kegiatan yang penting dilakukan, pasalnya saat ini sangat banyak terjadi penggundulan hutan yang menyebabkan timbulnya berbagai macam bencana.

"Saya berharap workshop PRB ini dapat membrikan pengetahuan dan keterampilan sebagai upaya mempersiapkan dan membekali diri untuk menanggulangi bencana yang datangnya tidak dapat diprediksi," harap H. Syahrulyali.Ketua PP. LPBI NU, M. Ali Yusuf mengungkapkan, dalam penanggulangan bencana diperlukan keterlibatan dan kerjasama semua puhak agar resiko bencana dapat diminimalkan.

Ali Yusuf menjelaskan, UU Nomor 24 tahun 2007 mengamanatkan bahwa penanggulangan bencana menjadi tanggungjawab pemerintah, dan menjadi kewajiban masyarakat dan lembaga usaha untuk berperan dalam setiap proses dan kegiatan.

Selain itu, lanjut Ali, dalam penanggulangan bencana , penting untuk memperhatikan kelompok rentan, yaitu perempuan, anak-anak, kelompok usia lanjut, dan orang yang memiliki kebutuhan khusus (Disabilitas).Ali mengharapkan seluruh pihak di Wajo dapat bersinergi dalam melaksanakan upaya penanggulangan bencana, baik pra bencana, saat bencana maupun psca bencana.

"Dalam Dua tahun kedepan, LPBI NU mengajak semua pihak untuk terlibat dalam program yang akan dilaksanakan di Wajo untuk meningkatkan kapasitas semua pihak dalam menghadapi bencana," tandas Ali.(wt-zah)