Alat Pembersih di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang Buatan Kanada
Cari Berita

Alat Pembersih di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang Buatan Kanada

Senin, 25 Juli 2016




Alat pembersih baru di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang

WAJOTERKINI.COM --- Panitia pembangunan Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Kelurahan Siengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo terus melengkapi sarana dan prasarana penunjang. Terakhir alat mesin pel lantai bertenaga aki didatangkan dari Kanada.

Alat pengepel bertenaga accu (aki) tersebut menyerupai kendaraan bermotor dan memiliki tiga fungsi, yakni berfungsi untuk menyikat dan mengepel serta penghisap lantai.

"Dengan adanya alat pengepel ini, kan tenaga kerja jadi berkurang, kalau dulu dibutuhkan 3 orang sekarang tinggal satu orang yang mengepel sudah cukup,"kata seorang jemaah, Wahyuddin.

Pengadaan alat tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar, alat buatan Nilfisk tipe BR 855 itu berasal dari Singapura namun buatan Kanada, mesin ini dibandrol agen sekitar Rp230 juta rupiah di Indonesia.

Ketua pembangunan Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Karyaman mengatakan, harga untuk pengadaan mesin pel lantai bertenaga aki buatan Kanada tersebut dibelinya seharga Rp350 juta. Menurutnya alat tersebut ada dua tipe, yakni BR 855 dan BR 755.

"Yang kita pakai ini BR 855 seharga Rp350 juta rupiah bisa dikroscek harganya di internet, alat ini kita beli melalui agen di Jakarta barangnya dari Singapura buatan Kanada,. Nilfsik punya dua tipe dan harganya ada yang Rp400 juta dan ada juga yang seharga Rp350 juta rupiah,"terang Karyaman.

Selain itu, Karyaman juga mengatakan, dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Wajo digunakan membeli tegel sebanyak 1824 kotak seharga Rp640 per kotaknya. Diketahui Pemerintah Kabupaten Wajo mengucurkan dana hibah sebesar Rp3 miliar dari APBD 2015 untuk renovasi masjid yang diresmikan Presiden pertama RI (Soekarno) itu.

"Sementara besi bekas menara masjid yang dibongkar diambil tukang sebagai gaji, Karena gaji tukang merenovasi masjid Rp400 juta sedangkan harga besi bekas itu mencapai Rp300 juta jadi kita barter saja dan panitia juga sudah mengembalikan anggaran ke Pemkab sebesar Rp160 juta rupiah,"tutup Karyaman.(wt-gb)