Begini Orang Indonesia di Doha Maknai Hari Kartini
Cari Berita

Begini Orang Indonesia di Doha Maknai Hari Kartini

Berita Wajo Terkini
Sabtu, 23 April 2016

WAJOTERKINI.COM, Doha - Bertempat di Kantor KBRI Doha Qatar, keluarga besar KBRI Doha Qatar bersama ratusan warga Indonesia memperingati hari Kartini sekaligus syukuran 40 tahun hubungan Indonesia Qatar.

"Mumtaz". Ungkap Guest of Honour, Sheikha Noora Al-Thani, seorang anggota keluarga Emir Qatar, ketika ditanya satu kata untuk menggambarkan perasaannya mengenai Bazar Amal dan Pentas Seni Wonderful Indonesia 2016 di Doha.

Syukuran dan pagelaran seni yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha pada 21 April 2016 kemarin, membuat penonton dari manca negara terpesona. Rangkaian ragam seni tari dan musik dari  para seniman Dispora Indonesia mendapat sambutan meriah sekitar 400 penonton yang memenuhi pelataran parkir KBRI Doha.

Beragam tari tradisional dan kontemporer turut meramaikan pesta seni. Tari Borneo, Jaranan, Tor-Tor, Sajojo, Yamko, Genjring, Mentok dan  Angin Mamiri yang ditampilkan secara atraktif. Lagu-lagu tradisional dan dangdut yang membuat penonton bergoyang menambah semarak acara wonderful Indonesia.

Dutabesar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi  kedatangan Guest of Honour, Sheikha Noora Al-Thani  dan saudaranya, Sheikha Maha Al-Thani pada acara tersebut. “Ini bentuk diplomasi lewat budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan Indonesia,” ungkap Duta Besar kelahiran Sengkang Wajo, Sulawesi Selatan didampingi Ketua DWP KBRI Doha Andi Una Sidehabi yang mengkoordinir Pentas Seni dan bazar amal tersebut.

Mantan Irjen TNI juga merasa kagum dengan bertebarnya sanggar seni tari dan budaya Indonesia di berbagi kota di Qatar. "Kagum dengan banyaknya sanggar seni budaya sehingga dapat menjadi ujung tombak diplomasi budaya di luar negeri," ujarnya. Ditambahkan, pagelaran ini juga dijadikan momentum bagi rangkaian perayaan 40 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Qatar yang dimulai sejak 1976.   

Pentas wonderful Indonesia sepenuhnya kontribusi cuma cuma dari para wakil-wakil komunitas Indonesia yang datang dari berbagai kota seperti Doha, Dhukan, Alkhor, Messaid dan Wakrah. Setiap daerah seolah-olah bersaing menunjukan kebolehannya sehingga membuat acara makin meriah bagai ajang kompetisi seni budaya Indonesia di luar negeri, namaun tetap memperlihatkan keakraban diantara perwakilan seni budayanya.

Diperperkirakan sekitar 40 ribu WNI bermukim di Qatar. Komunitas tersebut diwadahi dalam 50 ormas di bawah naungan Persatuan masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) yang diketuai Edwin Kurniawan.

Selain  pagelaran seni budaya jugadi selenggarakan pameran kerajinan tangan Indonesia. Produk yang ditampilkan berupa: tas tradisional, kalung etnik, batik, manik manik, baju etnik, kaos tradisional dan berbagai cendra mata khas lainnya.  

Tidak kalah menariknya, penonton dapat merasakan kenikmatan berbagi makanan tradisional yang berasal dari berbagai daerah, antara lain, coto makasar, ayam bakar taliwang, sate padang, mie aceh, bakso spesial, batagor, mie ayam, nasi bakar, ayam pop, ayam penyet, pecel lele, gado gado, nasi kuning, dendeng ragi, martabak, botok tempe, nylekami dan  beragam soto. "Makyusss", Ungkap Seth, warga AS ketika mencicipi berbagi macam makanan tradisional.  Seth yang memiliki istri WNI, sangat menyukai masakan Indonesia. Ia adalah Project Manager Lusail City, yang dikenal sebagai kota MotorGP di Timur Tengah.

Demikian juga bazaar aneka minuman tradisional yang turut diperagakan seperti cendol, kolak pisang, es campur, kolang-kaling, es lollipop, dan  minuman lainnya. "Serasa buka puasa", cetus Lalla Safira Nur Casa, Putri seorang Diplomat KBRI Doha. Beragam kue juga meramaikan bazaar seperti tiwul, lupis, cuanki, onde onde ketan, tape singkong, bacang, kolak pisang, dan grontol dan sawet. Hampir seluruh jenis makanan dan minuman tradisional tersedia   "Pesta rakyat yang sungguh meriah", ujar Andik dari yang datang jauh jauh dari kota Alkhor, kawasan ladang minyak di Qatar.   

Melihat animo penonton dalam pagelaran tersebut, Dubes Sidehabi merencanakan pagelaran Wonderful Indonesia yang lebih besar."Pentas seni merupakan diplomasi multi-track yang efektif dalam mempromosikan budaya dan pariwisata,"ungkapnya.  

KBRI Doha Qatar