RSUD Lamaddukkelleng Pertama Di Indonesia Terapkan E-Hospital
Cari Berita

RSUD Lamaddukkelleng Pertama Di Indonesia Terapkan E-Hospital

Berita Wajo Terkini
Selasa, 03 Februari 2015

WAJOTERKINI.COM --- Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Lamaddukelleng  pada tahun 2015 ini telah menerapkan system Eletronik Hospital (E-Hospital).  Bahkan RSUD Lamaddukkelleng Sengkang ini merupakan satu-satunya Rumah Sakit Tipe C  se- Indonesia yang telah menerapkan system E-Hospital.

dr Baso Rahmanuddin saat jumpa pers

Hal itu diungkapkan Plt. Direktur RSUD Lamaddukkelleng Sengkang dr. Baso Rahmanuddin  didepan sejumlah wartawan di salah-satu warung kopi di kota Sengkang 2 Februari 2015, kemarin.

Baso Rahmanuddin menjelaskan,  kelebihan E-Hospital dapat meningkatkan akuntabel dan transparansi tata kelola keuangan di RSUD berpelat merah ini. Menurutnya, mulai tingkat pimpinan sampai tingkat bawah tak lagi mengelolah keuangan Rumah Sakit.

"Tidak adami lagi yang menerima dan menyimpan itu uang meski semenit, semuanya melalui bank, ini soft Launcing, sementara untuk Grand Openingnya awal maret mendatang," ujarnya.

Kelebihan dari system E-Hospital tersebut, kata Rahmanuddin,  selain untuk mendorong transparansi tata kelola keuangan dan  memberikan kepastian biaya kepada pasien, juga memudahkan pasien untuk transaksi pembayaran. Bahkan terbuka pelayanan di Bank selama 24 jam.

"Pasien tidak ragu lagi, pasalnya semua item-item pembayaran jika pasien sudah mau keluar dibayar melalui Bank. Selain itu, jika pasien membutuhkan biaya kepada keluarganya yang ada diluar daerah untuk pembayaran di Rumah Sakit ini, tinggal mengirimkan nomor rekam medic, maka keluarga yang ada di luar daerah bisa membayarnya melalui ATM,"ungkapnya.

Senada dengan Hasmuddin,  Konsultan IT RSUD Lamaddukkelleng mengatakan bahwa, Semua terintegrasi ke system E-Hospital online yang dikelolah oleh pihak bank nantinya, sehingga dengan begitu, transparansi tata kelola keuangan bisa berjalan dengan baik.

Kedepan sistem hospital itu  akan meminimalisasi penggunaan kertas. Tambah Hasmudin, Hal itu akan mendukung kampanye Global Warning dalam upaya pengurangan produk bahan alami pembuat kertas, secara ekonomis pun banyaknya pemakaian kertas sangat tidak hemat, dan tidak ekonomis.

"Bisa dipastikan, banyak sekali waktu terbuang untuk mencari data di lemari brangkas. Alhasil secara tidak langsung, hal itu juga menghambat kinerja dan pelayanan rumah sakit, semua akan dimudahkan E-Hospital,"tuturnya.(wt-zah).