Selebaran Rahasia Terbunuhnya Bendahara Hasdawati ditemukan (Black Campaign), Bupati dan Wabup dituding Terlibat
Cari Berita

Selebaran Rahasia Terbunuhnya Bendahara Hasdawati ditemukan (Black Campaign), Bupati dan Wabup dituding Terlibat

Berita Wajo Terkini
Kamis, 12 September 2013

WAJOTERKINI.com --- Menjelang berakhirnya masa kampanye putaran ke II, Selebaran banyak ditemukan warga disekitaran Kecamatan Tempe, Tanasitolo, Belawa, dan Majauleng. Selebaran kampanye hitam tersebut berukuran tabloid, dan berisi tulisan dengan judul Rahasia Terbunuhnya Bendahara Pemkab Wajo (Hasdawati).

Menurut sejumlah warga yang dikonfirmasi saat mendapat selembaran tersebut mengaku tidak tahu menahu karena hanya ditemukan di area pasar Tempe saat sepulangnya dari shalat subuh. 

Diselebaran tersebut  tergambar dan tertulis kronoligis kematian bendahara Pemda Wajo (Hasdawati) yang meninggal 4 tahun silam, yang belum terungkap hingga kini dan menyeret kedua nama petinggi Pemkab Wajo.

"Isi Tulisan Selebaran Black Campaign menjelaskan"

Fakta:
1. Ditemukan mobil kijang inova DD 100 Q milik seorang kabag yang  digunakan menghabisi korban dan didapati bercak darah dijok mobil tersebut.
2. Mobil dinas yang dalam penguasaan polisi sebagai barang bukti diambil oleh menantu dan bupati wajo dibawah ke makassar serta mengganti jok plafon dan plat DD mobil untuk menghilangkan jejak.
3. Tidak ditemukannya  barang-barang korban yang hilang kecuali surat-surat penting terkait laporan keuangan.

Dalam selembaran tersebut  Wakil Bupati Wajo dalam kronoligis kejadian, Bupati bersama ketiga rekannya sedang menyusun rencana  untuk melakukan pembunuhan terhadap hasdawati, tiba-tiba wakil bupati memasuki ruangan dan mengetahui rencana tersebut.

Bupati "Pak Wakil, jangan buka mulut soal kasus ini!!!" 
wakil Bupati "Siap Puang" sesuai gambar dan keterangan kronoligis selembaran tersebut.

Mengetahui namanya terlibat dalam selembaran Black Campaign tersebut Wakil Bupati Wajo H.Amran Mahmud yang juga merupakan salah satu peserta pesta lima tahunan (Pilkada) disetiap kesempatan kampanye nya selalu menampik dan membantah keterlibatannya.

"Masa saya seorang Doktor ilmu agama dan komunikasi  berbuat seperti itu. Selembaran itu hanya isu-isu untuk menjatuhkan saya (Black Campaign) orang yang menyebarkan isu itu, mungkin mau jadi bupati dengan cara pecundang. Barang siapa yang menemukan pelaku penyebaran Black Campaign itu saya akan berikan upah sebab ini sudah jadi pencemaran nama baik yang bisa dipidanakan," pintanya dalam kampanye dialogis,Kamis,12/9/2013 di Kelurahan Padduppa.  
 (wajomesra.com)